Sunday , April 21 2019
Home / Kolom / Siapakan Musuh Iblis…?

Siapakan Musuh Iblis…?

Diceritakan bahwa Rasulullah SAW bertanya kepada iblis : “siapakah musuhmu dari ummatku?” Kemudian Iblis menjawab “musuhku dari ummatmu ada 20, yang pertama engkau ya Muhammad termasuk ahlul bait mu

(Syarkh Nashoiqul Ibad hal. 76-77 cet. Dar al-abidin)

Iblis adalah makhluk yang diciptakan Allah -subhanahu wa ta’ala- yang sudah beratus-ratus tahun menetap di surga, kepandaian iblis melibihi makhluk ciptaanNya yang lain. Namun demikian, kepandaian tersebut tidak dibarengi dengan sikap tawadhu’ kepada Allah dengan perintah untuk sujud kepada Nabi Adam -‘alaihissalam-. Malahan, iblis kemudian membangkang dan Allah seketika langsung mengeluarkannya dari syurga dibarengi dengan sumpah iblis untuk menggoda ummat manusia sampai kelak hari kiamat.

Tak berhenti di situ. Iblis setiap saat menggoda manusia khususnya umat Nabi Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bermacam-macam. Melalui tahta yang selama ini di amanahkan untuk diselewengkan, melalui harta yang di hambur-hamburkan kejalan yang tidak diridhoi Allah -subhanahu wa ta’ala- , atau melalui wanita yang dijadikan perangkap iblis untuk menjerumuskan seorang lelaki dalam kemaksiatan.

Meski iblis dilaknat Allah namun iblis pun juga memiliki musuh kepada manusia khususnya terhadap ummat Nabi Muhammad
-shallallahu ‘alaihi wa sallam- sampai akhir zaman.

Berikut keterangan yang penulis dapatkan dalam kitab erikut keterangan yang penulis dapatkan dalam kitab Syarh Nashoihul Ibad bahwa dahulu Nabi Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah bertanya kepada Iblis : Siapakah musuhmu dari ummatku?. Kemudian Iblis menjawab “ musuhku dari ummatku ada 20 termasuk sebagian darinya ahlul baitmu”.

Setelah itu di jawab dan disebutkan diantaranya, antara lain: Pertama,Nabi Muhammad sendiri beserta ahlul bait. Kedua, orang alim yang mengamalkan ilmunya. Ketiga, orang yang hafal al-Qur’an yang mengamalkan apa yang dia hafal. Seperti apa yang didawuhkan Rasulullah bahwa “orang yang hafal al-Qur’an itu penolong ahluljannah di hari akhir dan menjadi petunjuk dan pemimpin ahlul jannah.

Keempat, muadzin dalam sholat lima waktu. Dalam keterangan lain Nabi menyebutkan pahala yang didapatkan oleh seorang yang mengumandangkan adzan seperti orang yang mati syahid. Kelima,orang yang mencintai fakir,miskin dan anak yatim. Sungguh dalam keadaan tersebut memiliki keutamaan, Rasulullah sendiri dalam keadaan tidak punya karena pilihan Rasululah sendiri. Andaikan beliau meminta harta para sahabat akan memberinya bahkan rembulanpun jika beliau meminta kepada Dzat Yang Maha Kuasa niscaya akan di berikan, tetapi Rasulullah memilih dalam keadaan yang sederhana. Diceritakan dalam sebuah hadist yang artinya “Setiap sesuatu pasti ada kuncinya, kunci surga yaitu mencintai fakir dan miskin” (H.R. Ibn Lal).

Keenam,orang yang mempunyai sifat kasih sayang (welas: red/jawa). Ketujuh, orang yang tawadhu’ kepada perkara benar. Imam Qusyairi menjelaskan tawadhu’ disini yaitu menyerahkan pada perkara yang benar dan meninggalkan untuk menolak hukum. Kedelapan, pemuda yang taat beribadah kepada Allah SWT. Kesembilan, orang yang memakan barang halal. Ibnu Abbas menambahkan “ Allah SWT tidak akan menerima sholat seseorang ketika di dalam perutnya terkandung barang haram. Makanan halal akan berpengaruh tidak hanya kepada lahiriah tetapi juga batiniyah dimana agama kita lebih berbobot dan mempunyai rahasia di dalamnya hati menjadi bersih.

Kesepuluh,orang yang menjaga sholat berjamaah. Karena begitu besar pahala dan keutamaan berjamaah dibanding dengan shalat sendirian,terlebih jika berjamaahnya di masjid. Kesebelas,Orang yang menjalankan sholat malam, dimana pada sepertiga malam kebanyakan semua orang terlelap dalam tidurnya. Disitulah Allah SWT sangat dekat dengan hambanya yang qiyamul lail. Ibarat kendaraan yang sedang melaju di malam hari berbeda dengan melaju di siang hari denga penuh kemacetan-kemacetan pikiran dan masalah dunia yang kita hadapi sehingga untuk dekat dengan Allah terhijab. Kedua belas,dua pemuda yang berbelas kasih di jlan Allah. Dalam hal ini pemuda tersebut saling tolong menolong,berjuang dijalan Allah atau berjuang untuk malasah ilmu agama dan masih banyak yang lain.

Ketiga belas,orang yang menjaga dari perkara haram. Semua perkara haram dilarang karena sejatinya kejelekan itu akan kembali kepada kita, seperti contoh kita makan barang haram, maka akan berpengaruh secara cepat atau lambat, hati kita terasa gersang atau malah keras mendapat nasehat-nasehat dari orang lain. Keempat beals,Orang yang menasehati teman dari hati ke hati. Kelima belas,orang yang melanggengkan wudhu. Betapa banyak keutamaan wudhu sampai kita menjaga dalam keadaan suci. Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa barangsiapa yang berwudhu dalam keadaan suci maka ia ditulis dalam 10 kebaikan. Keenam belas,orang yang dermawan. Ketujuh belas, orang baik akhlanya. Orang yang mendahulukan akhlaqnya lebih utama daripada kecerdasan ilmunya, karena tanpa ditopang akhlaq yang baik niscaya tidak ada bedanya dengan iblis yang juga cerdas. Kedelapan belas, orang yang membenarkan atas apa yang dijamin Allah SWT. Kesembilan belas,berbuat baik kepada janda-janda yang tidak diketaui orang banyak. Dan yang terakhir yang menjadai musuhnya iblis yaitu orang yang menyiapkan diri untuk kematiannya dengan amal sholeh.

Ketiga belas,orang yang menjaga dari perkara haram. Semua perkara haram dilarang karena sejatinya kejelekan itu akan kembali kepada kita, seperti contoh kita makan barang haram, maka akan berpengaruh secara cepat atau lambat, hati kita terasa gersang atau malah keras mendapat nasehat-nasehat dari orang lain. Keempat beals,Orang yang menasehati teman dari hati ke hati. Kelima belas,orang yang melanggengkan wudhu. Betapa banyak keutamaan wudhu sampai kita menjaga dalam keadaan suci. Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa barangsiapa yang berwudhu dalam keadaan suci maka ia ditulis dalam 10 kebaikan. Keenam belas,orang yang dermawan. Ketujuh belas, orang baik akhlanya. Orang yang mendahulukan akhlaqnya lebih utama daripada kecerdasan ilmunya, karena tanpa ditopang akhlaq yang baik niscaya tidak ada bedanya dengan iblis yang juga cerdas. Kedelapan belas, orang yang membenarkan atas apa yang dijamin Allah SWT. Kesembilan belas, berbuat baik kepada janda-janda yang tidak diketaui orang banyak. Keduapuluh, orang yang menyiapkan diri untuk kematiannya dengan amal sholeh.

Demikian musuh-musuh iblis yang benar-benar nyata adanya, kebanyakan dari kita tidak menyadari bahkan menganggap sepele padahal dari apa uang disebutkan diatas memiliki keutamaan yang tinggi sekaligus iblis memusuhinya. Waallahu a’lamu.

Penulis: Madchan Jazuli (Santri PPMH sekaligus mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab UIN Malang)

About Admin

"Dari aswaja untuk bangsa" | Admin Utama | tasamuh.id@gmail.com | i.g @tasamuh.id | Lakpesdam Kota Malang

Lihat Juga

Islam Nusantara, Ruang Tengah Moderatisme

Tasamuh.id– Menyerang istilah Islam nusantara dengan kecurigaan, bahkan dianggap sebagai mazhab baru atau bagian dari ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *