Monday , April 22 2019
Home / Peristiwa / Santri di Malang Deklarasikan Gerakan Literasi

Santri di Malang Deklarasikan Gerakan Literasi

Malang, Tasamuh.id
Hari santri menjadi momentum kebangkitan santri nasional. Semenjak Presiden RI Ir. H. Joko Widodo mengesahkan perayaan hari santri pada setiap 22 Oktober, maka ibarat gayung bersambut santri harus menghidupkan tradisi-tradisi yang pernah menjadi kejayaan pesantren. Tradisi yang dimaksud antara lain adalah tradisi literasi.

Dalam rangka itu, beberapa elemen santri yang ada di Malang mendeklarasikan wadah baru dalam gerakan bersama pada Sabtu 17/09/2016. Gerakan ini bertujuan menghidupkan kembali tradisi literasi di pesantren. Wadah tersebut diberi nama Forum Komunikasi Kiai-Santri (FKKS).

Koordinator forum M Faisol Fatawi menyatakan, “gerakan literasi santri harus terus digalakkan. Mengingat tradisi literasi santri-santri dulu (kiai, red) sangat luar biasa. Dan Rois Am PBNU Dr. KH. Ma’ruf Amin telah memberikan himbauan itu.”

Masih menurutnya, gerakan semacam ini harus terus dikampayekan dan digalakkan oleh banyak kalangan, “ini (gerakan literasi santri, red) penting dan mendesak untuk segera dilakukan secama berjamaah.”

Dalam pandangan Abdur Rahim, salah satu tim teknis perumus forum, pasca deklarasi ini akan dilanjutkan dengan beberapa agenda diantaranya, sosialisasi, menyusun skema website dan  penjaringan, serta jelajah literasi pesantren,“nantinya forum ini akan berlanjut dengan sosialisasi dan penggalian khazanah literasi di beberapa pesantren, semacam ekspedisi khazanah literasi serta situs website yang bisa di buka dan dikelola secara bersama”.

Turut hadir dalam acara deklarasi ini beberapa stakeholder dari alumni pondok pesantren terkemuka di tanah jawa seperti, Lirboyo, Pondok Sarang, Mambail Futuh Tuban, Pesantren Syarifuddin Lumajang, Pesantren Zainul Hasan Genggong, Pesantren Ihyaul Ulum Gresik, Pesantren Mambaussholihin Gresik, dan banyak lagi lainnya.

“Gerakan ini didukung oleh berbagai stakeholder dari beberapa pondok pesantren besar serta alumni pesantren yang sedang diamanahi sebagai pimpinan kampus,” imbuhnya.

Deklarasi dilakukan seusai acara anugrah purna bhakti yang diberikan kepada rois syuriah NU Kota Malang KH. Chamzawi, dan diikuti oleh Lakpesdam NU, komunitas santri dan pengasuh pondok pesantren. [win]

About Edi Purwanto

Alumni Pondok Pesantren Tebuireng Jombang ini menyelesaikan S1 pada Fakultas Psikologi (S.Psi) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan S2 Psikologi Sains Program Pascasarjana (M.Si) Universitas Muhammadiyah Malang. Saat ini diamanahi sebagai Anggota Komisi Informasi Publik Jawa Timur.

Lihat Juga

Islam Nusantara, Ruang Tengah Moderatisme

Tasamuh.id– Menyerang istilah Islam nusantara dengan kecurigaan, bahkan dianggap sebagai mazhab baru atau bagian dari ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *