Thursday , January 17 2019
Home / Hikmah / Petani, Majikan dan Sebiji Emas
Sumber: http://3.bp.blogspot.com/-j8-oMpg104E/UAPLKiSzngI/AAAAAAAAARg/epIbG1FQj1w/s1600/sedekah-yusuf-mansur-kesulitandengansedekah.jpg

Petani, Majikan dan Sebiji Emas

Seorang petani sedang bekerja di kebun tuannya. Terlintas pikiran dalam benaknya andai dirinya lebih kaya dari sang tuan, tentu akan menjual kebun yang sedang digarapnya.

“Aku bisa menikmati hidup. Makan makanan yang lezat dan hidup di rumah yang mewah,” gumamnya dalam hati.
Tiba-tiba, petani itu dikejutkan oleh teriakan temannya. “Tuan pemilik kebun akan melewati jalan di tengah kebun ini minggu depan. Semua penggarap kebun harus berbaris di pinggir jalan untuk menghormati dan menyambut kedatangannya,” selorohnya.

Sejenak petani itu tertegun.

“Ini kesempatan buatku, andai aku bisa meminta sejumlah keping uang emas kepada sang tuan agar impianku terwujud. Sang tuan pasti tidak akan menolak permintaanku. Kabarnya, ia adalah seorang yang dermawan,”pikirnya.

Selama seminggu menjelang kedatangan sang tuan, petani itu terus memimpikan apa yang terbersit di dalam pikirannya. Berharap impiannya menjadi kenyataan.

Akhirnya, datanglah waktu yang ditunggu-tunggu itu. Sang petani dan para pekerja kebun lainnya berdiri berderet di sepanjang jalan untuk menghormati sang tuan, si pemiliki kebun.

Terlihat sebuah kereta meluncur dari ujung jalan. Sang petani itu mendekati kereta itu.

“Tuan … tuan …, aku punya permintaan untukmu,” ungkap petani itu.

Sang tuan memerintahkan kepada kusir untuk menghentikan kereta. “Apa yang kamu inginkan?” tanyanya kepada petani.

“Aku ingin sejumlah kepingan uang emas hingga aku bisa membeli sebidang tanah,” jelas petani dengan ragu.

“Aku ingin kamu memberiku sedikit apa yang kamu punyai,” pinta sang tuan tersenyum.
Petani itu semakin ragu.

Ajiib, pelit sekali tuanku ini. Aku datang untuk memintanya tetapi justru dia meminta sesuatu kepadaku,” gumamnya.

Sejenak sang petani berpikir. Ia mengeluarkan sebiji padi dari kantong yang dibawanya, lalu memberikannya kepada sang tuan. Sang tuan pun sangat berterima kasih, dan dia kemudian memerintahkan kusir untuk melanjutkan perjalanan.

Sang petani merasa bahwa impiannya telah gagal. Ia bergegas kembali ke rumah penuh kesedihan. Ia memberikan sekantong biji padi kepada istrinya untuk diolah menjadi beras.

“Aku menemukan sebiji padi dari emas di tengah-tengah biji padi ini,” teriak istrinya kaget.

“Andai, tadi aku berikan semua biji padi itu kepada sang tuan,” gumam sang petani penuh penyesalan. [mff]

About Admin

"Dari aswaja untuk bangsa" | Admin Utama | tasamuh.id@gmail.com | i.g @tasamuh.id | Lakpesdam Kota Malang

Lihat Juga

MEWUJUDKAN SHALAT YANG KHUSUK

Salah satu amal yang paling besar pengaruhnya terhadap kehidupan manusia adalah shalat. Shalat mempengaruhi perilaku ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *