Tuesday , February 19 2019
Home / Hikmah / Permaisuri dan Ayam Panggang

Permaisuri dan Ayam Panggang

Dua laki-laki sedang duduk membicarakan kemuliaan seorang permaisuri raja.

“Ya Tuhan, limpahkanlah pada kami kemuliaan-Mu,” doa salah seorang laki-laki itu.

“Ya Tuhan, limpahkan pada kami kemuliaan sebagaimana yang dimiliki oleh permaisuri raja itu,” doa laki-laki yang lain.

Ternyata, sang permaisuri mengetahui dan mendengar do’a kedua laki-laki tersebut. Kemudian ia mengirimkan uang dua dirham kepada laki-laki pendo’a pertama dan satu ekor ayam dipanggang yang didalamnya berisi uang sepuluh dinar kepada laki-laki pendo’a kedua.

Tak lama kemudian laki-laki pendo’a kedua menjual ayam panggangnya kepada sahabatnya si pendo’a pertama hanya dengan harga dua dirham tanpa melihat isi perut ayam panggang tersebut.

Keesokan harinya, permaisuri menemui laki-laki pendo’a kedua. “Apakah pemberian dariku kemarin bisa mencukupi hidupmu?” tanya permaisuri padanya.

“Pemberian apa?” sahut laki-laki itu penasaran.

“Sepuluh dinar untuk sepuluh hari,” jawab istri raja.
“Aku telah menjual ayam panggang itu dengan harga dua dirham,” sahutnya.

“Tahukah kamu, aku memasukkan sepuluh dirham kedalam perut ayam panggang itu,” jelas sang permaisuri raja.

Laki-laki yang menerima ayam panggang  pun tertegun. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa penyesalaan yang nampak di wajahnya. [mff]

About Abdur Rahim

Redaktur Pelaksana TASAMUH.ID

Lihat Juga

Nasib dan Upaya Mencari yang Baik

Ada sebuah ungkapan yang tidak saya ketahui dari mana sumbernya, namun sering saya dengar dalam ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *