Tuesday , August 20 2019
Home / Peristiwa / NU Kota Malang Dalami Potensi Pariwisata Halal

NU Kota Malang Dalami Potensi Pariwisata Halal

Tasamuh.id
MALANG — Pariwisata hari ini menjadi tranding topik di berbagai daerah di Indonesia. Pengembangan pariwisata menjadi menjadi kebutuhan dalam pembangunan daerah. Begitu pula di Kota Malang yang belum menyelesaikan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Oleh karena itu, Lakpesdam NU Kota Malang dalam serial kajian strategis yang diselenggarakan dua minggu sekali tersebut mengangkat tema pariwisata. Serial kajian tersebut diselenggarakan pada Jum’at lalu (18/1/2019) bertempat di Kantor PC NU Jalan KH Hasyim Asy’ari 21 Kota Malang.

Turut hadir sebagai narasumber antara lain Ahmad Faidhal Rahman SE Par MSc (Pakar Pembangunan Pariwisata Pendidikan Vokasi Universitas Brawijaya), H Faizul Abrori SE MEI (Peneliti Pariwisata Halal UIN Maliki Malang), dan Abdul Wahid (Anggota DPRD Kota Malang Komisi C).

Sebagaimana disampaikan dalam pengantar diskusi oleh moderator, kajian ini penting mengingat isu pariwisata saat ini selalu dibicarakan dalam rencana-rencana pembangunan di semua level pemerintahan. Begitu juga pariwisata halal yang juga seharusnya mulai dipikirkan sejalan dengan laju perkembangan pariwisata.

“Di Malang, masih banyak tempat-tempat pariwisata yang belum memenuhi standar-standar kebutuhan bagi umat muslim, seperti tempat ibadah, makanan, dan lain sebagainya. Jikapun ada, masih perlu ditingkatkan kualitasnya” imbuhnya.

Sementara A Faidlal Rahman, yang diberi kesempaan menyampaikan materi pertama menyampaikan bahwa secara teoritis pariwisata merupakan kegiatan dinamis yang melibatkan banyak manusia serta menghidupkan berbagai bidang usaha. Pariwisata hanya untuk kesenangan belaka bahkan juga dikenal lebih dekat dengan hedonisme karena unsur dasar pariwisata yaitu ada yang dilihat, ada yang dibeli, dan ada yang dinikmati.

“”Hampir setiap tempat wisata yang besar dituntut untuk memenuhi unsur-unsur yang mengandung kesenangan secara duniawi, misalnya minuman keras, seks, dan lain-lain. Dengan demikian diharapkan sebuah tempat wisata dapat marketable yang positif secara finansial.

Ia juga mengatakan bahwa pariwisata halal menjadi persoalan serius di dalam kehidupan masyarakat Indonesia kini. Negara dengan mayoritas muslim harus memperhatikan aspek-aspek kehalalan dalam setiap upaya pengembangan pembangunan pariwisata.

“Hadirnya pariwisata halal menjadi diservifikasi bagi produk-produk halal terutama menyangkut instrumen-instrumen yang Islami mulai dari yang paling sederhana, misalnya adanya sajadah di tempat beribadah, tempat wudhu yang memenuhi standar syariat, dan lain sebagainya. Karenanya, daerah-daerah yang akan menggarap master plan pariwisata harus didukung dengan regulasi yang mendukung tercapainya tujuan dari pariwisata halal. Melakukan internalisasi terhadap konsep-konsep pembangunan secara islami menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam pengembangan pariwisata halal” imbuh alumni pesantren Al Amin Perenduan Madura tersebut.

Sedangkan narasumber kedua, H Faizul Abrori menyampaikan, terdapat beberapa sektor yang sangat signifikan dalam labelisasi Syariah, diantaranya makanan halal, kosmetik, perbankan, fashion, hiburan, dan pariwisata halal.

“Beberapa sektor tersebut berkembang sangat pesat seiring dengan arus perekonomian dunia saat ini terutama dalam dunia Islam. Karenanya, pariwisata halal masuk dalam katagori syariah yang bisa dikembangkan sebagai prospek pembangunan ke depan”.

Alumni pesantren Salafiyah Syafi’iah tersebut menambahkan, pengembangan sektor-sektor tersebut akan sangat menarik namun tetap memperhatikan ketentuan-ketentuan agama yang ada. Hal ini penting mengingat prinsip dasar dari pariwisata halal adalah memenuhi kebutuhan umat Islam dalam menjalankan ibadah sehari-hari.

Sedangkan Abdul Wahid menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Malang hingga saat ini belum menyelesaikan penyusunan RPJMD, sehingga penting untuk masyarakat memberikan masukan-masukan dalam rencana pembangunan jangka menengah tersebut termasuk pengembangan pariwisata konvensional dan pariwisata halal.

Pewarta: Hayat
Editor: Abdur Rahim

About Mohamad Anas

Dosen Pascasarjana FISIP Universitas Brawijaya. Merupakan alumni Pondok Pesantren Qomaruddin Bungah Gresik, S1 Aqidah Filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, S2 dan S3 Filsafat Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Saat ini, diamanahi sebagai Ketua Pusat Studi Pesantren dan Pemberdayaan Masyarakat (PSP2M) Universitas Brawijaya, dan PC Lakpesdam NU Kota Malang, dan PW ISNU Jawa Timur.

Lihat Juga

Beasiswa Madrasah Literasi untuk Pesantren

Madrasah Literasi untuk Pesantren adalah program pengembangan literasi muda anak bangsa terutama yang ada di ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *