Friday , May 24 2019
Home / Peristiwa / NU Bangun Sinergi Sipil-Militer dalam Menangkal Radikalisme
Foto: Tim Tasamuh.id

NU Bangun Sinergi Sipil-Militer dalam Menangkal Radikalisme

Tasamuh.id,

Kota Malang – Beberapa waktu yang lalu, sekitar bulan Mei 2018, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) merilis tujuh kampus ternama telah terpapar radikalisme, salah satunya ada di Malang. Mengapa Malang turut menjadi sasaran? Pertanyaan ini yang diajukan oleh Lembaga Kajian dan Pengembagan SDM (Lakpesdam) NU Kota Malang dalam Forum Kajian Islam dan NU Seri ke-8 yang diselenggarakan pada Jum’at, 15 Februari 2019 di Kantor PC NU Jl. KH. Hasyim Asy’ari No 21 Kauman Klojen Kota Malang.

“Serial kali ini sengaja mengangkat isu penangkalan radikalisme mengingat, akhir-akhir ini Malang menjadi perhatian publik. Beberapa gerakan terjadi dan diarahkan ke kota ini” ungkap Winartono, moderator kajian ini.

Selain itu, berdasarkan informasi dari salah satu pengurus Lakpesdam, secara sengaja serial ini menghadirkan Komandan Kodim (Dandim) 0833 yang baru tiga minggu bertugas di Kota Malang yang memang ahli bidang kontra terorisme yaitu Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri Tommy Anderson MPICT (Master of Policing, Intelligence and Counter Terrorism). Sebagai perspektif lain, turut dihadirkan pula Ketua Tanfidziyah NU Kota Malang yaitu Dr KH M Isyroqunnajah yang akrab dipanggil Gus Is.

Dalam pemaparannya, Gus Is, yang pertama kali memberikan pandangan, bahwa perbedaan tidak dapat dielakkan, harus disadari sebagai sebuah keniscayaan.

“Termasuk berbeda untuk urusan dalam beragama. NU menyadari itu. Oleh sebab itu ulama dulu selalu terlibat dalam upaya memperjuangkan perjuangan kemerdekaan NKRI” tegasnya.

Sedangkan Letkol. Inf. Tommy Anderson menyebutkan isu radikalisme merupakan salah satu isu yang patut menjadi perhatian bersama karena dampaknya sangat luar biasa bagi keutusan berbangsa dan bernegara. Salah satunya, bermula dari pemahaman masyarakat terhadap ajaran-ajaran yang mengujarkan kebencian terhadap kelompok tertentu, terhadap NKRI yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa. Maka tidak hanya tugas TNI dan Polri untuk menjaga sebuah keutuhan keamanan yang berkedok agama. Disini semua elemen masyarakat juga berperan aktif dan berkewajiban menjaga NKRI.

“Indonesia dengan potensi yang dimiliki akan diperhitungkan oleh negara lain di masa depan. Karena di dalam NKRI didasari dengan sebuah kebinekaan. Oleh karena itu perlu sinergi semua elemen masyarakat dalam menjaga keutuhan tersebut secara proporsional.” imbuhnya.

Perlu diketahui, Serial Kajian Islam dan NU diselenggarakan setiap dua minggu sekali dengan tema yang berbeda-beda. Adapun tujuan dari kajian ini antara lain, meningkatkan pengetahuan dan wawasan internal pengurus NU, mendiskusikan isu-isu global dalam perspektif insider dan outsider; dari praktisi ahli dan pemerhati, dan sarana silaturrahim dan bertukar fikiran para pengurus NU di semua lintas generasi.

About Admin

"Dari aswaja untuk bangsa" | Admin Utama | tasamuh.id@gmail.com | i.g @tasamuh.id | Lakpesdam Kota Malang

Lihat Juga

Islam Nusantara, Ruang Tengah Moderatisme

Tasamuh.id– Menyerang istilah Islam nusantara dengan kecurigaan, bahkan dianggap sebagai mazhab baru atau bagian dari ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *