Saturday , August 24 2019
Home / Peristiwa / Melangitkan Doa untuk Ibu Nyai Chalimah

Melangitkan Doa untuk Ibu Nyai Chalimah

Tasamuh.id, Sarang – Malam ini (9/5) seperti malam seminggu yang lalu. Ribuan orang berkumpul dalam satu majlis. Mulai dari Kiyai, santri, alumni bahkan masyarakat umum.

Malam ini adalah bertepatan malam tujuh hari wafatnya Ibu Nyai Hj. Chalimah Abdurrohim Binti KH. Zubair Dahlan (Adik perempuan KH. Maimoen Zubair–Mbah Moen–). Ibu Nyai Chalimah adalah istri (Alm) KH. Abdurrahim pengasuh utama Pondok MUS Sarang- Rembang.

Ribuan orang memadati majlis yang telah disediakan pihak keluarga (Ndalem). Para masyayikh bertempat di Musholla Pondok MUS, sedangkan santri, alumni, dan masyarakat umum memenuhi halaman Pondok MUS.

Acara dibuka dengan bacaan Fatihah. Kemudian dilanjut dengan sambutan perwakilan pihak keluarga. Pada kesempatan ini diwakilkan kepada KH. Ubaidillah Faqih pengasuh Pondok Langitan.

Dalam sambutannya, Kiyai Ubaidillah menyampaikan beribu terimakasih kepada hadirin yang ikut serta mendoakan mulai malam pertama sampai malam ketujuh. Beliau mengingatkan, doa yang kita laksanakan ini adalah untuk diri kita sendiri. Karena kita lebih butuh daripada Almarhumah Ibu Nyai Hj. Chalimah yang sudah bergelimang amal shaleh. Doa yang kita langitkan adalah semata-mata ngalap berkah kepada Ibu Nyai Chalimah khususnya dan para masyayikh pada umumnya. Tak lupa, Kiyai Ubaid juga memohon keikhlasan hati hadirin untuk ikhlas memaafkan segala khilaf yang pernah dilakukan Almarhumah terlebih terkait hak adami.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Serta diberi kekuatan untuk meneruskan segala tindak lampah kebaikan yang di teladankan Ibu Nyai Chalimah.” Sambung Kiyai Ubaidillah.

Setelah sambutan keluarga usai, acara dilanjutkan dengan pembacaan surat Yasiin yang diroisi KH. Muhammad Ainul Yaqin darinTuban. Disambung pembacaan Tahlil oleh KH. Abdurrozaq Imam pengasuh Pondok MIS Sarang.

Ada moment yang sangat mengharukan. Yakni ketika sesi doa penutup oleh Al-Mukarram Hadrotus Syaikh KH. Maimoen Zubair ( Mbah Moen) yang merupakan kakak dari Almarhumah Ibu Nyai Chalimah.

Mbah Moen sempat menangis tersedu. Bahkan doa sempat terhenti setelah beliau melafalkan hamdalah sebagai pembuka doa. Jamaah hening. Semua tertunduk khusyu’. Isak tangis Mbah Moen terdengar begitu jelas. Akhirnya Mbah Moen melanjutkan doa sebagai penutup acara  malam tujuh hari wafatnya Ibu Nyai Chalimah.

Ibu Nyai Hj. Chalimah Abdurrahim, yang akrab dipanggil Mbah Buk, wafat pada hari Selasa malam Rabu tanggal 2 Mei 2017 M / 6 Sya’ban 1438 H. Dalam usia 74 Tahun.

Beliau dikenal sebagai pribadi yang suka bersedekah, suka membantu, memuliakan tamu dengan sebaik-baiknya dan masih banyak tindak lampah shaleh yang patut diteladani kita semua.

Allahummaghfirlahaa..
Warhamhaa..
Wa’afihaa..
Wa’fuanhaa..
Lahaa Al- Fatihah..

Reporter :  Abdul Mujib AS (Santri PP.MIS Sarang- Rembang)

About Admin

"Dari aswaja untuk bangsa" | Admin Utama | tasamuh.id@gmail.com | i.g @tasamuh.id | Lakpesdam Kota Malang

Lihat Juga

Beasiswa Madrasah Literasi untuk Pesantren

Madrasah Literasi untuk Pesantren adalah program pengembangan literasi muda anak bangsa terutama yang ada di ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *