Monday , April 22 2019
Home / Hikmah / Laba-laba dan Kotak Hikmah
http://yulczul.deviantart.com/art/YulC-laba-laba-spider-komik-fabel-1-490182604

Laba-laba dan Kotak Hikmah

Seekor laba-laba ingin menjadi hewan yang paling bijaksana. Hingga suatu hari ia melancong ke seantereo negeri. Di tengah perjalanan, setiap mendengar kata-kata hikmah, ia menuliskan kembali kata-kata itu lalu memasukkannya ke dalam sebuah kotak. Laba-laba itu menyangka bahwa dirinya telah menjadi hewan yang paling bijaksana diantara yang lain karena telah mengkoleksi banyak kata-kata hikmah.

Ketika dalam perjalanan pulang ke kampungnya, laba-laba itu melihat sebuah telaga. “Saya akan berhenti dan meminum air telaga ini karena saya sedang haus,” gumamnya.

Laba-laba itu mendekatkan tubuhnya untuk meminum air telaga. Tiba-tiba ia melihat secengkeh pisang yang sudah matang. “Saya tidak saja minum, tapi saya juga menemukan pisang lezat yang dapat disantap untuk mengganjal perut,” ucap laba-laba penuh gembira.

Laba-laba mulai mengaduk-aduk air telaga, tetapi tidak menemukan pisang yang dilihatnya. Berkali-kali mengaduk-aduk dan menyelami telaga, tetapi sia-sia usahanya. Laba-laba itu putus asa hingga melemparkan sebuah kotak berisi kata-kata hikmah yang dipikulnya. Selepas membuang kotak, ia terkejut setengah mati, tiba-tiba ia melihat pohon pisang di tepi telaga dengan seekor monyet bergelantungan penuh tawa.

“Kenapa kamu tertawa?” selidik laba-laba.

“Karena kotak yang berisi kata-kata bijaksana yang kamu pikul di atas pundak menyebabkanmu tidak bisa melihat ke atas. Kamu hanya bisa melihat ke bawah, sehingga kamu hanya bisa melihat pantulan pohon pisang di atas air. Mendekatlah ke pohon ini! kalau kamu ingin menikmatinya,” sahut monyet.

Laba-laba itu menggelengkan kepala.

“Benar, untuk menjadi bijaksana itu tidak sekedar mengumpulkan kata-kata orang lain sehingga memberatkan dan menjadikanku tidak kuasa melihat ke atas. Tapi, menjadi bijaksana itu berarti merasakan dan menguji diri sendiri dengan hikmah. Hikmah itu adalah kehidupan yang dijalani, bukan kata-kata,” tuturnya. [mff/dur]

About Abdur Rahim

Redaktur Pelaksana TASAMUH.ID

Lihat Juga

Keadilan untuk Menabur Ketakwaan

Kalau ada pertanyaan apa itu adil, jawaban secara sederhana adalah sama. Maksudnya, memberi hak pada ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *