Tuesday , February 19 2019
Home / Kyaiku / KH. Yusuf Muhammad Jember (1952 – 2004)

KH. Yusuf Muhammad Jember (1952 – 2004)

Gus Yus di lahirkan di kota Jember, 23 Februari 1952. Orang tua beliau adalah seorang yang cukup di segani di Jember yaitu ayahnya yang bernama KH.Muhammad adalah seorang da’I sedangkan ibunya, Nyai Zaenab adalah seorang putri kiai yang berpengaruh juga di Jember, Kiai Shiddig. Kiai Shiddigpun melahirkan putra-putra di kemudian hari manjadi tokoh nasional dan beberalama ulama NU yang tersohor di Jember. Maka tidak di herankan lagi darah ke NU an Gus Yus sedemikian mendarah daging.

Gus Yus kecil memulai pendidikannya di SD Jember Kidul 01 yang sekarang berganti nama SD Kepatihan 01 di Jl. Dr. Sutomo no 14. Tak heran hampir keluarga besar Bani Shiddig sekolah di sana. Gus Yus kecil yang dulu bernama Muhammad Yusuf Syamsul Hidayat baru menyelesaikan pendidikan SD nya pada tahun 1965. Gus Yus dari kecilpun sudah terlihat sebagai sosok yang ceria dan periang.

Kemudian Gus Yus melanjutkan pendidikannya di SMPN 1 Jember dan SMAN 1 Jember. Saat itu pula beliau sudah aktif di organisasi, bahkan pada umur 13 tahun Gus Yus yang masih muda ikut aktif mendirikan IPNU di SMP tersebut dan telah berhasil menghentikan seorang Guru SMP nya. Beliau juga menjadi anggota OSIS yang menjabat sebagai sekretarisnya saat duduk di bangku SMA. Selain itu, Gus Yus juga aktif menjadi seorang penyiar radio di Radio ASHRIA DUA. Karena Radio ASHRIA DUA ini memang base camp para pelajar muda NU, baik yang tergabung di IPNU maupun PMII. Di radio tersebut beliau lebih di kenal nama udaranya dengan “ARDLIYA YUSITA”.

Seusai pendidikan SMA nya, Gus Yus melanjutkan kuliah di Fakultas Dakwah IAIN Sunan Kalijaga sekaligus Fakultas Hukum UGM. Kedua FAkultas tersebut di Yogyakarta. Namun hari demi hari karena Gus Yus kesulitan membagi waktunya, beliau tidak meneruskan pendidikannya di UGM dan malah aktif dan concern di IAIN. Padahal beliau mulai dari kecil jenjang pendidikan formalnya umum (SD, SMP, SMA), tetapi di IAIN pun Gus Yus tidak tertinggal dengan yang lain, melainkan beliau seringkali menunjukkan prestasi yang gemilang, beliau sering menorehkan prestasi akademiknya. Di balik sela-sela kegiatan kemahasiswaanya, Gus Yus juga nyantri di Pondok Pesantren Krapyak yang di asuh oleh KH. Ali Maksum. Gus Yus belajar mendalami agama pada Kiai sepuh dan alim dari Rembang tersebut.

Tak heran walaupun masa pendidikan dari kecilpun beliau tidak pernah mengarah ke agama yang mendalam, namun kecerdasan Gus Yuspun tidak hanya terasah dalam kegiatan akademik saja, melainkan juga di masyarakat setempat. Dalam kampuspun Gus Yus juga terlibat sebagai aktifis kampus yang piawai, tersohor baik intra maupun ekstra. Di kegiatan intra kampus Gus Yus pernah menjadi wakil sekretaris Dewan Mahasiswa IAIN Yogyakarta. Sedangkan di ekstra kampus, beliau juga pernah menjadi Ketua Umum PMII cabang Yogyakarta pada tahun 1976. Suasana terkecamnya hiruk pikuk di bawah tangan besi Orde Baru, menyebabkan Gus Yus beserta kawan-kawan aktifisnya pernah di masukkan sel korem Yogya dan sempat di bawa ke LP Wirogunan, karena di curigai terlibat dalam aksi Malari bersama Hariman Siregar agar dapat di jebloskan kepenjara.

Seusai kuliah pada tahun 1980, Gus Yus melanjutkan kuliah di Fakultas Syari’ah Universitas Madinah. Semasa kuliah di sana, Gus Yus juga tampak menonjol dengan teman-temannya dari Gontor, Padang, Sumatera dan lain-lain, kelihatannya pula beliau lebih nyaman dengan pendidikan agamanya. Padahal seperti di ketahui, di Madinah waktu itu, sudah ada sekitar 250 hingga 300-an mahasiswa Indonesia yang beragam latar-sosialnya. Dari NU, Muhammadiyah, Persis, al-Irsyad dan sebagainya. “Gus Yus menjadi salah satu tokoh yang di segani, seringkali menjadi pejuang dalam soal membela ahlussunnah wal jama’ah. Terlihat ketika keponakan KH. Ahmad Shiddig ini menjadi ketua KMNU Komisariat Madinah dan Perhimpunan Pelajar Islam Indonesia.

Di tengah-tengah keasyikannya saat belajar di Madinah, Gus Yus menikah dengan istri tercinta, Nyai Siti Rosyidah pada tahun1981. Dengan penuh bahagia, mahasiswa Madinah ini pulang untuk sementara waktu ke Indonesia. Nyai Siti Rosyidah sendiri pada saat itu masih kuliah di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Sepasang makhluk Adam Hawa ini di nikahkan oleh KH. Hamid Pasuruan. Memang saat itu abah Gus Yus KH. Muhammad menitipkan ke dua putranya Gus Nadhier dan Gus Yus untuk di nikahkan oleh Kyai yang di kenal waliyulloh tersebut.

Setelah nikah, beliau kembali ke Madinah bersama sang istri tercinta, walaupun sang istri sempat melanjutkan kuliahnya lagi di Surabaya, saat di Madinah beliau dan istri sempat berjualan, baik untuk melayani jamaah haji atau umroh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.” Sebab, ekonomi kita masih minim”, kenang Nyai Siti Rosyidah. Dan akhirnya Gus Yus dapat menyelesaikan kuliahnya tahun 1984, lalu mereka boyongan ke Indonesia.

Mengabdi untuk Umat
Menjadi pengasuh di sebuah pesantren tidak menjadikan Gus Yus lupa terhadap lingkungan sosialnya. Kyai moderat ini tetap concern dan peduli pada masyarakat. Misalnya beliau buktikan dengan menjadi wakil Ketua Umum di Yayasan Masjid Jami’ Al-Baitul Amien Jember. Beliau menjabat seusai KH. Sodiq Mahmud, sejak di pegang Gus Yus, banyak kemajuan-kemajuan yang di peroleh. Secara kolegtif Ketua Yayasan ini bersama anggota yang lain, juga berhasil menempatkan Masjid Al-Baitul Amien tidak semata-mata sebagai ruang ibadah mahdlah, melainkan juga dengan aktifitas sosial-kemasyarakatan.

Oleh karena itu selama kepemimpinan beliau, Masjid Al-Baitul Amien ramai dengan aktifitas sosial seperti penyaluran infaq, shodaqoh dan zakat. Berbagai acara ceramah, diskusi dan seminar keagamaan juga seringkali di gelar di tempat suci tersebut. “Sejak 5-6 tahun saat beliau masih menjabat sebagai Ketua Yayasan, beliau memang sudah agak jarang di Masjid Al-Baitul Amien karena frekuensi aktifitas politiknya yang tinggi tetapi, beliau masih tetap memantau kegiatan-kegiatan baik melalui telpon atau sms. Bahkan ketika beliau ada di luar negri, ketika di tanah suci misalnya beliau tetap memantau kami. Walau jauh beliau tetap bertanggung jawab terhadap amanah masyarakat.

Ketika di Masjid Jami’ ini pula, Gus Yus pernah mengasuh pengajian yang di kenal dengan “Samadi” (Studi antara Maghrib dan Isya’). Samadi yang saat itu menjadi sebentuk icon pengajian kelas menengah ke atas di kota Jember. Pengajian lainnya juga beliau lakukan di RSUD Jember. Selain pengajian kelas menengah ini, beliau juga sibuk dengan ceramah agama di desa-desa, kampung-kampung dan kota lain.

Di tengah-tengah aktifitas yang padat, Gus Yus masih memiliki rencana dan gagasan untuk membentuk LPAI (Lembaga Pendidikan Akhlak Islamiyah), di sebut juga suatu wadah atau forum berkumpulnya sejumlah kyai dari berbagai kalangan pesantren yang ada di jember. Pada sisi lain beliau juga aktif di Rabithatul Ma’ahid islamiyah yang berpusat di Surabaya. Namun herannya di sela-sela kesibukan beliau yang super padat ini Gus Yus masih istiqomah mengurus pesantrennya. Beliau masih suka murok kitab kuning untuk para segenap santrinya. Selalu saja ada waktu luang untuk memperluas ilmu dan mengembangkan kapasitas keilmuan serta keagungan akhlak para santrinya. Tidak hanya itu, setiap jum’at pagi beliau juga menyelenggarakan pengajian umum. Dari berbagai kalanganpun datang mulai dari birokrat, guru, tukang becak, pedagang dan lain sebagainya.

Pengajian yang beliau selenggarakan sesungguhnya mengikuti tradisi Kyai Hamid Pasuruan. Yang mana Kyai asal Pasuruan ini semasa hidupnya memang istiqomah memberikan pengajian di hari ahad. Karena di pesantren Darus Sholah pada hari ahad di gunakan untuk ro’an santri atau tandhiful ma’had, maka Gus Yus mengubahnya di hari jum’at. Pengajian rutin seminggu sekali ini di laksanakan di masjid Darus Sholah sekitar pukul 05.30 WIB hingga 06.30.

Penulis: Eno Ayu Damayanti
Editor: Abdur Rahim Ahmad

About Abdur Rahim

Redaktur Pelaksana TASAMUH.ID

Lihat Juga

KH. Ahmad Jauhari Umar Pasuruan (1945 – 2006)

Syaikh Ahmad Jauhari Umar adalah seorang ulama’ penyebar kitab manaqib Jawahirul Ma’ani. Beliau dilahirkan pada ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *