Sunday , April 21 2019
Home / Peristiwa / Haul Ke-73 Mambail Futuh, Tegaskan Peran Pesantren untuk Bangsa
sumber: Winartono

Haul Ke-73 Mambail Futuh, Tegaskan Peran Pesantren untuk Bangsa

Tasamuh,
Tuban (22/05/2017) — Rangkaian acara Haul Masyayikh Pondok Pesantren Manbail Futuh Jenu Tuban telah berjalan lancar. Tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, rangkaian acara telah diselenggarakan mulai takhtimul qur’an bil ghoib dan bin nadzar (Kamis, 18/05/2017), tahlilan bersama siswa-siswi MI, MTs, dan MTs, khitan masal serta bakti sosial. Acara puncaknya adalah tahlil akbar dan pengajian umum (Ahad, 21/05/2017).

Acara haul ini juga menjadi ajang silaturrahim para alumni baik yang sudan senior mupun yang masih junior (baru lulus, red). Biasanya, yang menjadi pembeda dengan acara pada tahun-tahun sebelumnya adalah kiai yang diundang untuk penyampaikan mau’idzoh hasanah. Tahun ini, kiai tersebut adalah KH. Nashiruddin.

Dalam ceramahnya, Kiai Nashiruddin berpesan bahwa Islam yang ada di pesantren merupakan miniature dari Islam yang ada di Indonesia. “Islam Pesantren, ya Islam Indonesia” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa sumbangsih pesantren sangat besar bagi bangsa Indonesia. Termasuk dalam mendidik (akhlak, red) masyarakat. Perjuangan dakwah (ta’lim-ta’dib) ala kiai pesantren adalah khas nan lembut (hasanah).

“Salah satu khas para kiai pesantren (Nahdlatul Ulama) meski tinggi ilmunya tetapi tidak kereng (kenceng/kasar, red). Tampak masih ada rasa sayang terhadap umat. Telaten dan halus dalam membimbing masyarakat.” imbuh Mbah Nashir.

Walhasil, pesantren sejak lama berusaha menjadi solusi bagi kehidupan. Dengan begitu, jebolan pendidikan khas Nusantara tersebut seakan dituntut siap ngemong umat. Mengenai ini, ia mengingatkan bahwa para santri dapat berdakwah dengan cara apa saja, yang baik, tidak harus menjadi muballigh atau kiai.

“Gak mesti wong alim iku kiai, gak mesti kiai iku alim. Yang penting memberi manfaat, bukan masalah,” ujar kiai asal Sendang Senori tersebut. Dalam menjelaskan cara kiai pesantren dalam mendidik masyarakat, Mbah Nashir melantunkan salah satu syair yang ada dalam burdah “wan nafsu kat-thifli in tuhmilhu syabba ‘ala — hubbir rodlo’i wa in tafthimhu yanfathimi”. Salah satu metode dakwah salafuna-sholih dalam istilah Jawa adalah nyapih. Sebagaimana lazimnya ibu nyapih anaknya dari air susu (ASI) tidak dengan kekerasan, tetapi justru harus dengan kasih sayang.

Gerakan dakwah pendidikan kalangan pesantren telah lama dilakukan dengan cara-cara yang hasanah hingga terbentuk NU,  jam’iyah yang mengajarkan cinta tanah air. Lebih dari itu, sembangsih pesantren amatlah besar bagi bangsa-negara ini. Tradisi pendidikan pesantren yang baik harus dipertahankan. Namun  demikian, “tentu pendidikan pesantren bukan tanpa kekurangan. Dan sekarang bisa terus dibenahi” pungkas Kiai Nashirudin.

Meski terbilang lama, uraian dari Kiai Nashiruddin mengenai peran penting pendidikan ala pesantren cukup menarik perhatian para hadirin yang memenuhi halaman pesantren yang didirikan oleh almaghfurlah KH. Fatchurrohman bin Abu Said tersebut.

Dalam acara yang dihadiri santri, alumni, dan berbagai pihak seperti ketua PCNU Tuban, TNI, POLRI dan unsur lain, kiai yang pernah nyantri pada Sayyid Maliki Makkah ini menegaskan peran perjuangan kiai-santri untuk bangsa, jauh sebelum kemerdekaan. Oleh karenanya, ia menyebut “sudah semestinya apresiasi dan rasa terimakasih patut dialamatkan pada mereka–oleh pemerintah dan segenap anak bangsa ini.”

Setelah muhaasabah dan berusaha meneladani perjuangan kalangan pesantren, acara pun diakhiri dengan mendoakan pesantren dan para muassis Manbail Futuh serta para masyayikh antara lain KH Hisyam Ismail, Kiai Mizan Abdullah, KH Bisyrul Chafi Sholeh, KH Ali Machrus, KH Muslih Abdur Rohim, KH Abdul Hannan Hisyam, KH Hafash Hisyam, KH Masram Shofwan, dan para dzurriyah lainnya. (Win)

About Abdur Rahim

Redaktur Pelaksana TASAMUH.ID

Lihat Juga

Islam Nusantara, Ruang Tengah Moderatisme

Tasamuh.id– Menyerang istilah Islam nusantara dengan kecurigaan, bahkan dianggap sebagai mazhab baru atau bagian dari ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *