Sunday , April 21 2019
Home / Hikmah / Beruntung Sejak dalam Pikiran
Sumber: https://farm6.staticflickr.com/5674/22572712793_fa583350de.jpg

Beruntung Sejak dalam Pikiran

Ada seorang kaya raya mengundang seluruh penduduk desa yang bekerja padanya untuk menyantap makan malam bersama. Ketika saatnya tiba, para undangan berkumpul di luar ruang istana sang kaya raya tersebut. Tetapi, tak seorang pun yang siap masuk ke dalam.

Terjadi perbincangan kecil diantara mereka, sementara mereka masih berada di luar ruangan.

“Kita semua dikumpulkan di sini untuk ditangkap dan dipenjarakan dalam istana ini. Karena mungkin dia tahu kekurangan kita dalam bekerja. Atau, tahu kalau kita telah mencuri buah kurmanya,” seloroh salah seorang.

“Sang tuan sangat perhatian pada harta kekayaannya sehingga kita harus mengembalikan hutang-hutang kita, sementara kita adalah orang-orang yang tak berdaya untuk menutupi hutang itu. Ini pasti kesempatan baginya,” sahut yang lain.

“Pasti ia akan memaksa kita untuk melakukan sesuatu yang memberatkan kita, memperbudak dan mengebiri kita. Atau bahkan memperbudak anak-anak kita. Undangan makan malam ini hanya tipu muslihat untuk menjerat kita sampai mati,” ucap lainnya.

Orang-orang yang mendapat undangan tersebut mulai resah. Sebagian mulai enggan untuk menerima undangan dan pergi meninggalkan tempat. Sebagian yang lain  tetap menanti di depan ruangan dengan penuh bimbang.

Tiba-tiba muncul seorang pemuda. Ia masuk ke dalam ruangan yang disediakan untuk makan malam. Sementara itu, para undangan yang lain memutuskan untuk pulang ke rumah karena mengira undangan tersebut hanyalah tipu muslihat saja.

Saat makan malam telah tiba. Pemuda itu menyantap lezat makanan yang telah dihidangkan bersama sang kaya raya, keluarga serta para koleganya. Sang kaya raya pun mengumumkan bahwa setiap undangan yang datang akan dibebaskan semua hutang dan tanggungannya.

Acara makan malan telah usai. Pemuda itu keluar ruangan penuh kegembiraan.

“Mereka tidak beruntung karena telah berburuk sangka kepada sang tuan. Beruntunglah bagi yang berbaik sangka sepertiku,” gumamnya. [mff]

About Abdur Rahim

Redaktur Pelaksana TASAMUH.ID

Lihat Juga

Keadilan untuk Menabur Ketakwaan

Kalau ada pertanyaan apa itu adil, jawaban secara sederhana adalah sama. Maksudnya, memberi hak pada ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *