Tuesday , February 19 2019
Home / Hikmah / Ahnaf bin Qays dan si Pandir
http://static.inilah.com/data/berita/foto/2268249.jpg

Ahnaf bin Qays dan si Pandir

Ahnaf bin Qays adalah seorang pemimpin Bani Tamim. Ia menjadi pemimpin bukan karena kuat tubuhnya, bukan pula karena harta kekayaan, atau bahkan karena kemuliaan nasabnya. Tetapi, ia menjadi pemimpin karena kecerdikan dan perilakunya.

Suatu ketika sekelompok orang iri kepada Ahnaf bi Qays. Mereka menemui seorang pandir. “Ini seratus dirham untukmu. Pergilah ke Ahnaf bin Qays, lalu tamparlah!,” bujuk orang-orang itu kepadanya.

Si pandir itu bergegas menemui  Ahnaf bin Qays. Ia mendapati Ahnaf sedang bercengkerama dengan kaumnya. Kemudian si pandir mendekati Ahnaf selangkah demi selangkah.

Ahnaf bin Qays pun menoleh si pandir. Ahnaf  mengira akan diberi sesuatu oleh si pandir. Namun tiba-tiba, si pandir justru mengangkat tangan dan menampar Ahnaf hingga wajahnya hampir terluka. Ahnaf bin Qays memandangi si pandir.

“Kenapa kamu menamparku?”, sapa Ahnaf dengan tenang.

“Mereka memberiku seratus dirham supaya aku menampar kamu,” jelas si pandir polos.

“Aku bukanlah pimpinan Bani Tamim,” ucap Ahnaf.

“Lalu, mana pimpinan Bani Tamim itu?” sergah si pandir dengan kaget.

“Apakah kamu melihat orang yang sedang duduk sendirian itu?” Tanya Ahnaf sambil menunjuk kepada seorang laki-laki yang bernama Harits bin Qudamah.

“Iya, aku melihatnya,” sahut si pandir memendam amarah.

“Pergilah ke sana! Tampar! Itu dia pimpinan Bani Tamim.”

Si pandir pun bergegas menuju Harits bin Qudamah hingga ia berada di dekatnya. Namun Harits justu memelotinya dengan penuh marah. Harits bin Qudamah mengangkat tangan tinggi-tinggi dan menampar wajah si pandir itu hingga tubuhnya hampir tersungkur. [MFF]

About Moh Fauzan

"Khoirunnas anfauhum linnas" | ozanoase@gmail.com | fb: /fauzan.gusdurian | twitter/i.g: @fauzan_gd | WA: 082333323578 | Owner OASE Cafe & Literacy

Lihat Juga

Keadilan untuk Menabur Ketakwaan

Kalau ada pertanyaan apa itu adil, jawaban secara sederhana adalah sama. Maksudnya, memberi hak pada ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *